Senin, 17 September 2007
Kamis, 13 September 2007
Pencerahan
GOBLOK KAMU!!!
Kalimat tersebut diucapkan oleh seseorang kepada saya dihadapan beberapa teman teman saya. Awalnya saya bingung dan malu mendengarnya, tapi akhirnya malah saya merasa berterima kasih kepada orang tersebut, karena saya mendapatkan AHA (pencerahan) dari umpatan yang diucapkan oleh beliau pada saya.
Seseorang itu adalah Om Bob Sadino. Tepatnya 2 hari yang lalu, saya bersama beberapa teman berkunjung ke rumah Om Bob. Dalam rangka meminta kesediaan beliau untuk menjadi pembicara di dalam salah satu forum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).
Setelah berbincang beberapa saat, saya bertanya pada beliau, "Om Bob, apa yang memotivasi Om Bob selama ini, sehingga bisa sukses seperti sekarang, padahal Om Bob pernah mengatakan dalam kesempatan yang lain bahwa selama ini Om Bob tidak pernah punya impian dan rencana untuk menjadi sukses seperti sekarang?"
Kemudian Om Bob bertanya balik pada saya, “Joseph apakah kamu merasa dirimu adalah pekerja keras?” Dan saya menjawab,” Iya Om, saya adalah pekerja keras”. Dan jawaban dia adalah “GOBLOK KAMU!”
Kemudian Om Bob, bercerita : “Sewaktu saya masih aktif bekerja membangun usaha saya dulu, sejak bangun sampai waktunya tidur, saya selalu bekerja tanpa henti. Orang orang mengatakan saya adalah pekerja keras, tapi saya sendiri tidak pernah merasa seperti itu, saya tidak pernah merasa bekerja terlalu keras, mengapa? Sebab saya menikmati pekerjaan saya, saya mencintai apa yang saya lakukan, I enjoy what I did. So enjoy your job, so you never work hard”.
Dan ternyata apa yang Om Bob katakan tersebut sangat tepat dan sejalan dengan apa yang dikatakan oleh salah seorang Business Guru :
Wealth Creation is a game. Which means it has must have rules, and it must be fun. If you don't know the rules, you can't win the game. And if it feels like hard work, you're doing the wrong thing." (Roger Hamilton)
Jadi kesimpulan saya adalah, kesuksesan dapat kita raih dan rasakan apabila kita menemukan potensi diri kita yang terbaik, dan potensi diri kita akan keluar apabila kita menikmati apa yang sedang kita lakukan. Tetapi sebaliknya sekalipun kita punya berbagai rencana dan impian, tetapi kita tidak menikmati apa yang sedang kita lakukan, maka potensi yang terbaik dalam diri kita tidak akan keluar dan akibatnya kita tidak akan pernah merasakan arti sebuah kesuksesan. Dan jika kita mempunyai impian tetapi kitapun menikmati apa yang sedang kita lakukan, maka hasilnya pasti akan sangat Dahsyat.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita menikmati apa yang sedang kita kerjakan sekarang? Are we enjoy with our business? Jika belum, It must be wrong……..
Goblok kalau kamu menganggap diri kamu adalah pekerja keras. Nikmatilah pekerjaanmu, maka kamu tidak akan pernah bekerja keras.” (Bob Sadino)
Terima kasih Om Bob, karena telah menyadarkan dan memberikan saya sebuah pencerahan.
Kalimat tersebut diucapkan oleh seseorang kepada saya dihadapan beberapa teman teman saya. Awalnya saya bingung dan malu mendengarnya, tapi akhirnya malah saya merasa berterima kasih kepada orang tersebut, karena saya mendapatkan AHA (pencerahan) dari umpatan yang diucapkan oleh beliau pada saya.
Seseorang itu adalah Om Bob Sadino. Tepatnya 2 hari yang lalu, saya bersama beberapa teman berkunjung ke rumah Om Bob. Dalam rangka meminta kesediaan beliau untuk menjadi pembicara di dalam salah satu forum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).
Setelah berbincang beberapa saat, saya bertanya pada beliau, "Om Bob, apa yang memotivasi Om Bob selama ini, sehingga bisa sukses seperti sekarang, padahal Om Bob pernah mengatakan dalam kesempatan yang lain bahwa selama ini Om Bob tidak pernah punya impian dan rencana untuk menjadi sukses seperti sekarang?"
Kemudian Om Bob bertanya balik pada saya, “Joseph apakah kamu merasa dirimu adalah pekerja keras?” Dan saya menjawab,” Iya Om, saya adalah pekerja keras”. Dan jawaban dia adalah “GOBLOK KAMU!”
Kemudian Om Bob, bercerita : “Sewaktu saya masih aktif bekerja membangun usaha saya dulu, sejak bangun sampai waktunya tidur, saya selalu bekerja tanpa henti. Orang orang mengatakan saya adalah pekerja keras, tapi saya sendiri tidak pernah merasa seperti itu, saya tidak pernah merasa bekerja terlalu keras, mengapa? Sebab saya menikmati pekerjaan saya, saya mencintai apa yang saya lakukan, I enjoy what I did. So enjoy your job, so you never work hard”.
Dan ternyata apa yang Om Bob katakan tersebut sangat tepat dan sejalan dengan apa yang dikatakan oleh salah seorang Business Guru :
Wealth Creation is a game. Which means it has must have rules, and it must be fun. If you don't know the rules, you can't win the game. And if it feels like hard work, you're doing the wrong thing." (Roger Hamilton)
Jadi kesimpulan saya adalah, kesuksesan dapat kita raih dan rasakan apabila kita menemukan potensi diri kita yang terbaik, dan potensi diri kita akan keluar apabila kita menikmati apa yang sedang kita lakukan. Tetapi sebaliknya sekalipun kita punya berbagai rencana dan impian, tetapi kita tidak menikmati apa yang sedang kita lakukan, maka potensi yang terbaik dalam diri kita tidak akan keluar dan akibatnya kita tidak akan pernah merasakan arti sebuah kesuksesan. Dan jika kita mempunyai impian tetapi kitapun menikmati apa yang sedang kita lakukan, maka hasilnya pasti akan sangat Dahsyat.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita menikmati apa yang sedang kita kerjakan sekarang? Are we enjoy with our business? Jika belum, It must be wrong……..
Goblok kalau kamu menganggap diri kamu adalah pekerja keras. Nikmatilah pekerjaanmu, maka kamu tidak akan pernah bekerja keras.” (Bob Sadino)
Terima kasih Om Bob, karena telah menyadarkan dan memberikan saya sebuah pencerahan.
Motivation
Mengubah mental miskin --> mental kaya
Pada tulisan lalu saya singgung tentang strategi survive dalam dunia olah raga. Kali ini saya akan ungkapkan bagaimana filosofi survival Sun Tzu bisa mengubah sikap mental seseorang. Dari sikap mental the looser menjadi sikap mental the winner. Sikap mental yang tangguh yang mampu mengubah total kehidupan seseorang.
Filosofi Sun Tzu menyatakan, supaya survive, seorang penguasa harus menang dalam setiap pertempuran. Ini demi memenangkan peperangan. Kalau tidak menang perang berarti binasa. Dalam kehidupan pribadi, strategi survival ini bisa diaplikasikan dalam bentuk membangun sikap mental menjadi seorang pemenang. Sikap mental yang menegaskan bahwa kita berani menjadi sukses. Karena sukses adalah hak saya, hak anda, hak kita, hak setiap orang.
Persoalannya, dihadapkan pada banyaknya permasalahan hidup, ternyata banyak di antara kita yang justru miskin secara mental. Contoh:
Hidup sembarangan
Tidak disiplin
Tidak bertanggung jawab
Tidak punya kepercayaan diri
Tidak berani mencoba
Takut menghadapi tantangan
Tidak mau belajar atau memperbaiki diri
Melanggar hukum negara dan tatanan masyarakat
Inilah medan peperangan pribadi kita saat ini. Kalahkan sikap mental yang miskin. Bunuh mental kemiskinan, biang kegagalan dan penderitaan. Menang perang kita sukses. Kalah perang, berarti kita dikubur oleh kegagalan demi kegagalan. Binasa!
Kalau kita mau survive dalam kehidupan, kita pasti menghadapi perang antara mental kaya dan mental miskin. Anda dan saya harus mulai berperang mengalahkan mental kemiskinan. Mulai sekarang juga. Mulai dari langkah-langkah kecil setiap hari.
Gelorakan pikiran untuk menang, menang, dan menang melawan mental kemiskinan. Meraih kemajuan, keberhasilan, dan harus berjuang demi kesuksesan. Jika kita semua berhasil menumpas mental kemiskinan, Indonesia pasti bangkit!
Saya akan tunjukkan sebuah contoh luar biasa dari seorang tokoh yang berhasil mengalahkan mental kemiskinan. Dia berulang kali gagal, tetapi terus bangkit, terus berjuang, terus berperang mengalahkan mental miskin, sampai akhirnya meraih kesuksesan.
Tentang seorang tokoh yang begitu melegenda dalam berperang melawan mental miskin. Tokoh kita ini lahir tahun 1809. Pada usia 7 tahun dia dan keluarganya diusir dari rumah. Usia 9 tahun, ibunya meninggal dunia. Usia 22 tahun, dia gagal dalam bisnis. Setahun kemudian gagal dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif. Setahun berikutnya dia gagal lagi dalam bisnis dan menghabiskan 17 tahun hidupnya hanya untuk melunasi hutangnya yang menggunung.
Tetapi tokoh kita ini tidak putus asa. Dia berperang dengan mental miskin. Mengusir mental mudah menyerah dan keputusasaan.
Akhirnya tahun 1834, ia berhasil dipilih menjadi anggota dewan legislatif. Namun kegagalan dan penderitaan seperti tak pernah berhenti menghadang langkahnya. Setahun setelahnya, tunangannya meninggal dunia. Ia mengalami sakit syaraf dan harus tergolek di tempat tidur 6 bulan lamanya.
Tokoh kita ini kembali berhasil mengalahkan rasa putus asa. Bangkit lagi. Tujuh tahun berikutnya, kehidupannya dipenuhi dengan kegagalan dalam perjuangan menjadi anggota legislatif dan pemilihan kongres. Baru pada tahun 1846, kegigihannya dalam mencoba, berusaha, dan mengalahkan mental kemiskinan menghantarkannya sebagai anggota kongres Amerika.
Tetapi, lagi-lagi sepuluh tahun berikutnya, hidup sang tokoh ini diwarnai oleh peperangan dasyat dalam usahanya mengalahkan kejatuhan mental. Ia gagal dalam pemilihan dewan kongres. Ditolak menjadi pegawai dewan pertahanan keamanan di tanah kelahirannya. Gagal dalam pemilihan senat. Gagal dalam pencalonan sebagai wakil presiden. Dan pada 1858, dia gagal lagi dalam pemilihan anggota senat.
Jika tokoh kita ini sikap mentalnya negatif, dia pasti sudah bunuh diri. Tetapi tokoh besar ini punya prinsip;
"Jangan kamu hitung berapa kali kamu gagal, tetapi hitung berapa kali kamu bangkit!"
>Dan tahun 1860, pada usianya yang ke-51, tokoh besar ini terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Dia adalah Abraham Lincoln. Luar biasa! Inilah contoh sejati dari peperangan mengalahkan mental miskin. Jika Anda ingin survive, bunuh mental miskin dalam diri Anda. Sekarang juga!
Demikian dari saya Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is My Right
Salam sukses luar biasa!
Pada tulisan lalu saya singgung tentang strategi survive dalam dunia olah raga. Kali ini saya akan ungkapkan bagaimana filosofi survival Sun Tzu bisa mengubah sikap mental seseorang. Dari sikap mental the looser menjadi sikap mental the winner. Sikap mental yang tangguh yang mampu mengubah total kehidupan seseorang.
Filosofi Sun Tzu menyatakan, supaya survive, seorang penguasa harus menang dalam setiap pertempuran. Ini demi memenangkan peperangan. Kalau tidak menang perang berarti binasa. Dalam kehidupan pribadi, strategi survival ini bisa diaplikasikan dalam bentuk membangun sikap mental menjadi seorang pemenang. Sikap mental yang menegaskan bahwa kita berani menjadi sukses. Karena sukses adalah hak saya, hak anda, hak kita, hak setiap orang.
Persoalannya, dihadapkan pada banyaknya permasalahan hidup, ternyata banyak di antara kita yang justru miskin secara mental. Contoh:
Hidup sembarangan
Tidak disiplin
Tidak bertanggung jawab
Tidak punya kepercayaan diri
Tidak berani mencoba
Takut menghadapi tantangan
Tidak mau belajar atau memperbaiki diri
Melanggar hukum negara dan tatanan masyarakat
Inilah medan peperangan pribadi kita saat ini. Kalahkan sikap mental yang miskin. Bunuh mental kemiskinan, biang kegagalan dan penderitaan. Menang perang kita sukses. Kalah perang, berarti kita dikubur oleh kegagalan demi kegagalan. Binasa!
Kalau kita mau survive dalam kehidupan, kita pasti menghadapi perang antara mental kaya dan mental miskin. Anda dan saya harus mulai berperang mengalahkan mental kemiskinan. Mulai sekarang juga. Mulai dari langkah-langkah kecil setiap hari.
Gelorakan pikiran untuk menang, menang, dan menang melawan mental kemiskinan. Meraih kemajuan, keberhasilan, dan harus berjuang demi kesuksesan. Jika kita semua berhasil menumpas mental kemiskinan, Indonesia pasti bangkit!
Saya akan tunjukkan sebuah contoh luar biasa dari seorang tokoh yang berhasil mengalahkan mental kemiskinan. Dia berulang kali gagal, tetapi terus bangkit, terus berjuang, terus berperang mengalahkan mental miskin, sampai akhirnya meraih kesuksesan.
Tentang seorang tokoh yang begitu melegenda dalam berperang melawan mental miskin. Tokoh kita ini lahir tahun 1809. Pada usia 7 tahun dia dan keluarganya diusir dari rumah. Usia 9 tahun, ibunya meninggal dunia. Usia 22 tahun, dia gagal dalam bisnis. Setahun kemudian gagal dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif. Setahun berikutnya dia gagal lagi dalam bisnis dan menghabiskan 17 tahun hidupnya hanya untuk melunasi hutangnya yang menggunung.
Tetapi tokoh kita ini tidak putus asa. Dia berperang dengan mental miskin. Mengusir mental mudah menyerah dan keputusasaan.
Akhirnya tahun 1834, ia berhasil dipilih menjadi anggota dewan legislatif. Namun kegagalan dan penderitaan seperti tak pernah berhenti menghadang langkahnya. Setahun setelahnya, tunangannya meninggal dunia. Ia mengalami sakit syaraf dan harus tergolek di tempat tidur 6 bulan lamanya.
Tokoh kita ini kembali berhasil mengalahkan rasa putus asa. Bangkit lagi. Tujuh tahun berikutnya, kehidupannya dipenuhi dengan kegagalan dalam perjuangan menjadi anggota legislatif dan pemilihan kongres. Baru pada tahun 1846, kegigihannya dalam mencoba, berusaha, dan mengalahkan mental kemiskinan menghantarkannya sebagai anggota kongres Amerika.
Tetapi, lagi-lagi sepuluh tahun berikutnya, hidup sang tokoh ini diwarnai oleh peperangan dasyat dalam usahanya mengalahkan kejatuhan mental. Ia gagal dalam pemilihan dewan kongres. Ditolak menjadi pegawai dewan pertahanan keamanan di tanah kelahirannya. Gagal dalam pemilihan senat. Gagal dalam pencalonan sebagai wakil presiden. Dan pada 1858, dia gagal lagi dalam pemilihan anggota senat.
Jika tokoh kita ini sikap mentalnya negatif, dia pasti sudah bunuh diri. Tetapi tokoh besar ini punya prinsip;
"Jangan kamu hitung berapa kali kamu gagal, tetapi hitung berapa kali kamu bangkit!"
>Dan tahun 1860, pada usianya yang ke-51, tokoh besar ini terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Dia adalah Abraham Lincoln. Luar biasa! Inilah contoh sejati dari peperangan mengalahkan mental miskin. Jika Anda ingin survive, bunuh mental miskin dalam diri Anda. Sekarang juga!
Demikian dari saya Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is My Right
Salam sukses luar biasa!
Langganan:
Postingan (Atom)